Jatuh suka dan kebodohan

Siapa yang bilang bahwa jatuh cinta bisa membodohkan seseorang? Bisa bawa orang itu kemari? Karena aku akan memberinya hadiah besar atas perkataannya yang benar. Sekali lagi, benar. Jatuh cinta membodohkan, membutakan, dan jujur saja, sangat merepotkan. Jika aku bisa mengulang waktu, rasanya tidak ingin jatuh cinta saat lelaki manapun itu belum jelas jadi pendamping halal, lebih baik sekedar suka, atau cukup suka untuk menerima tawaran menjadi pendamping hidupnya. 

Sembilan bulan yang lalu—hingga jam 7 malam tadi—aku tanpa sengaja menyukai seseorang, sebelum kemudian tanpa sengaja juga mencintai lelaki ini. Aku yang keras kepala, tidak terlalu menyukai romansa, masih mempertanyakan idealisme dalam pernikahan, tiba-tiba saja dibuat luluh. Pernikahan yang ribet dipikiranku rasanya ingin aku lalui asal bersama dengannya. Romansa dalam hubungan, pertengkaran, dan semua hal yang kubenci dari sebuah hubungan ternyata mau aku lalui asal dengannya. Kehidupan yang menyeramkan ini aku rasa akan bisa menyenangkan dilalui dengan sosok sepertinya. 

god, can i just have him? if he's good for me and my deen. please. 

Komentar

Postingan Populer