Pedang Mulan dan Pedang Allah

 tahun 1998, seorang wanita bernama Hua Mulan kabur dari rumahnya untuk menyelamatkan kekaisaran china yang diserang oleh bangsa hun dari utara. Seorang wanita yang maju melawan ekspektasi masyarakat, norma gender dan stigma-stigma tentang kedudukan seorang wanita seharusnya, bahwa kehormatan seorang wanita hanya bisa didapat dari menikah. Sang legendaris wanita ini tampil sebagai sosok yang menjunjung nilai keberanian, kepercayaan diri, dan tekad tak terbatas. Dalam kisahnya, ketika kekaisaran diserang oleh bangsa Hun dari utara, kaisar mengharusakan setiap keluarga menurunkan satu perwakilan pria dari keluarga tersebut untuk mengikuti wajib militer. Keluarga Mulan tidak memiliki pria lain selain ayahnya yang sudah tua. Untuk menggantikan ayahnya mulan kabur dari rumah membawa baju perang dan pedang milik ayahnya menuju tempat wajib militer dan perpura-pura menjadi seorang pria. Baginya, kehormatannya adalah dengan membela kekaisaran. pagi hari, saat ayahnya menyadari bahwa Mulan kabur untuk mengikuti peperangan, ia bergegas mengambil simbol burung Phoenix yang agung dan meminta kepada dewa untuk melindungi Mulan selama peperangan. 

Setelah mengikuti berbulan-bulan pelatihan perang, pasukan mendapat kabar bahwa musuh utara akhirnya menuju kekaisaran untuk merebut kekuasaan. Sang musuh ditemani penyihir wanita yang bisa merubah diri menjadi manusia dan hewan dan dipimpin dibawah komando Bori Khan, seorang licik yang memiliki dendam kepada raja karena ayahnya dibunuh. Pasukan kekaisaran pun langsung bergegas ke medan perang, dipimpin oleh komandan Tung. Jumlah pasukan kubu kekaisaran jauh berkali-kali lipat lebih sedikit dibanding kubu musuh, meski begitu pasukan kekaisaran tetap melanjutkan peperangan. Pada sesi pertama perang, pasukan kekaisaran kalah dihajar pasukan utara, banyak dari para pejuang yang mati pada perang pertama, pasukan kekaisaran pun mulai kehabisan pasukan. 

Mendengar pasukan musuh sudah mulai bergerak menuju kerajaan, Mulan pun mulai menunjukkan jati diri dan aksinya. ditengah-tengah kebingungan pasukan, Mulan berbicara didepan komandan Tung dan seluruh pasukan " kamu bisa bunuh aku kemudian, tapi untuk sekarang tolong percaya padaku, pasukan musuh sudah jauh didepan, kita harus menyelamatkan raja, pasukan musuh memang besar, tapi mungkin pasukan kecil yang terlatih bisa. jika digunakan dengan benar, empat ons dapat menggerakan seribu pon". Mendengar itu seluruh pasukan pun menemukan semangatnya, komandan Tung pun memberi keprcayaan mulan dengan menjadikannya pemimpin pasukan menuju kerajaan. Atas dasar melindungi pasukan, sang dewa pun mengirim Phoenix yang terbang beriringan dengan para kuda sang pejuang menuju musuh. Taktik Mulan pun berhasil mendatangkan kemenangan, sang kaisar pun memberikan sebuah pedang sebagai tanda penghormatan baginya. Dan jadilah mulan melegenda, dijadikan panutan untuk tiap-tiap wanita dan pria dari setiap generasi Tiongkok untuk berani membela tanah air dan kekaisaran. 

Melihat kisah diatas, aku tidak henti-hentinya dibuat berfikir betapa kisah ini sangat mengingatkanku dengan kisah para pejuang islam pada peperangan Mu'tah. 

Beribu-ribu tahun yang lalu, tahun 629 M, seorang muslim bernama Harist bin umair dibunuh seorang raja bernama Bushra dari negeri Syam saat Rasulullah meminta Harist untuk mengajak penduduk Syam mengikuti agama Allah. Namun sang raja justru membunuhnya sebagai jawaban dari permintaan Rasulullah. Mendengar itu Rasulullah mengirim tiga ribu pasukan muslim untuk perang melawan pasukan Ruum yang saat itu berjumlah dua ratus ribu pasukan. Dalam perang tersebut, Rasulullah menunjuk 3 komandan perang sekaligus, yaitu Zaid bin harist, Ja'far, dan Abdullah bin rawahah. Lalu Rasulullah bersabda " jika zaid dibunuh, maka maju ja'far, jika ja'far dibunuh, maka maju abdullah bin rawahah". Rasul pun tak henti-hentinya memohon kepada allah untuk melindungi para sahabatnya. Sama halnya dengan ayah Mulan yang meminta dewa melindungi anaknya dalam peperangan. 

Sama seperti kisah mulan diatas, pasukan islam pun merasa ketakutan akan berhadapan dengan musuh yang jumlahnya jauh beratus kali lipat dari pasukan muslim. Namun ditengan kebingungan tersebut Zaid bin harist berpidato " wahai pasukan muslim, berperanglah dengan nama allah, berperanglah dijalan allah, sesungguhnya yang akan kita perangi adalah orang-orang kafir, orang-orang yang tersesat". mendengar itu pasukan muslim pun bangkit, dengan menggemakan nama Allah dan Rasulnya mereka pergi menuju medan perang yang dinamakan Mu'tah ( Yordania timur). 

Ketika kedua belah pasukan saling berhadapan, melihat pasukan musuh yang sangat banyak, Abdullah bin rawahah melantangkan pidato terakhirnya sebelum peperangan dimulai " wahai kaum muslim, Demi Allah, sesungguhnya perkara yang kalian tidak sukai ini adalah perkara yang kamu keluar mencarinya, yaitu syahadah (gugur di medan perang di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala). Kita itu tidak berjuang karena jumlah pasukan atau kekuatan. Kita berjuang untuk agama ini yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan kita dengannya. Bergeraklah. Hanya ada salah satu dari dua kebaikan: kemenangan atau gugur (syahid) di medan perang.”

Dalam peperangan ini, allah mengutus para malaikatnya untuk melindungi para pasukan islam melawan musuh. Malaikat pun melebarkan sayapnya beriringan dengan para kuda yang dikendarai pasukan muslim menuju musuh. Sama seperti phoenix yang para dewa kirim untuk melindungi pasukan kekaisaran melawan pasukan Bori khan. 

Peperangan pun dimulai.

Dalam pertempuran, Zaid yang memegang panji islam gugur di medan perang. Panji pun diambil alih oleh Ja'far bin abi thalib, beliau berperang sampai tangan kanannya putus, lalu tangan kirinya memegang  panji, kemudian tangan kirinya putus juga oleh serangan musuh, sampai beliau memegang panji dengan dadanya sebelum kemudian dadanya terkena tombak musuh, Ja'far bin abi thalib pun syahid dalam peperangan ini. Panji kembali diambil alih oleh Abdullah bin rawahan, setelah menerjang musuh Abdullah bin rawahah pun syahid. 

Melihat ini, pasukan islam memilih khalid bin walid sebagai pengganti dari 3 panglima perang yang telah gugur. Khalid pun mengambil panji islam yang sebelumnya dipegang Abdullah bin rawahah. Di sesi peperangan pertama, pasukan muslim kalah. Banyak para syuhada yang gugur, pasukan yang kecil ini pun semakin sedikit. 

Malam hari, saat pasukan Ruum beristirahat untuk melanjutkan perang esok hari, pasukan muslim tidak tidur, khalid terjaga sepanjang malam untuk memikirkan taktik perang. akhirnya timbullah sebuah ide cerdas Khalid bin walid. 

Khalid menyuruh kuda-kuda tentara muslim untuk berlarian sepanjang malam agar menimbulkan kesan bagi musuh bahwa tentara muslim mendapat tentara tambahan dari Madinah.  Lalu ia merubah posisi perang, sayap kanan pindah ke sayap kiri dan sebaliknya, pasukan belakang pindah ke depan dan sebaliknya, agar pasukan musuh mengira ada wajah-wajah baru dalam pasukan muslim. Kemudian khalid membagi-bagi pasukan, beberapa penyerbu ditempatkan di tempat yang tidak terlihat oleh musuh, sedangkan sisanya akan berada di medan perang berhadapan dengan musuh. 

Pagi hari saat peperangan akan mulai, pasukan muslim menyerbu lebih dulu tanpa aba-aba, membuat pasukan musuh kaget dan tidak bisa apa-apa. Pasukan penyerbu pun datang dari tempat yang tidak diduga oleh pasukan musuh, membuatnya seakan terkepung oleh pasukan muslim. Merasa akan kalah, pasukan musuh pun berlari kocar kacir meninggalkan medan perang. Melihat musuh yang meninggalkan peperangan Khalid pun menyuruh kaum muslim untuk kembali ke madinah sesegera mungkin sebelum musuh tahu taktik perang yang digunakan kaum muslim. Peperangan ini pun berakhir dengan kemenangan islam. Melihat pasukan muslim yang selamat sampai Madinah, Rasul pun tersenyum bahagia. berbeda dengan sang kaisar yang memberi hadiah pedang kepada Mulan, Rasul memberi hadiah berupa gelar kepada Khalid bin waalid dengan sebutan "Pedang allah". Hadiah yang jauh lebih besar daripada sekedar pedang untuk berperang. 

Dalam kisah peperangan ini, turun ayat al-anfal ayat 65 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَرِّضِ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَى ٱلْقِتَالِ ۚ إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَٰبِرُونَ يَغْلِبُوا۟ مِا۟ئَتَيْنِ ۚ وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ يَغْلِبُوٓا۟ أَلْفًا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti". 

Allah sendiri yang menjamin keselamatan kaum muslim, allah pulalah yang menjaga kaum muslim, allah jadikan hati orang-orang muslim yang berperang menjadi berani menghadapi dua ratus ribu musuh. 

Perkataan Mulan tentang " empat ons dapat menggerakkan seribu pon", mengingatkan aku akan ayat allah yang turun saat peperangan mu'tah;

كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar". 

Serta Phoenix yang melindungi pasukan Mulan, seakan-akan adalah Malaikat yang dikirim Allah untuk melindungi kaum Muslim.

Jumlah pasukan Mulan lebih sedikit dibanding pasukan Bori khan dari utara berkali-kali lipat, sama halnya dengan pasukan muslim yang lebih sedikit dibanding pasukan raja Bushra dari Syam beratus-ratus kali lipat. 

Aku tersadar, bahwa ada yang lebih hebat daripada kisah heroik seorang wanita Tiongkok bernama Mulan. Ada yang lebih berani daripada keberaniaan Mulan melawan pasukan Hun dari utara. 

Kekuatan islam sudah ada sejak dulu, Rasul mengirim 3000 pasukan untuk perang melawan 200.000 pasukan Ruum hanya karena satu muslim yang terbunuh. Islam sudah meruntuhkan Ekspektasi buruk pembesar-pembesar negara tentang agama yang dibawa Rasulullah. 

Jauh sebelum ada Avangers, Mulan, dan segala Hero yang ditampilkan barat sebagai simbol kekuatan, Islam sudah lebih dulu memperlihatkan kekuatannya. 

Ada yang lebih patut dikenang dan dipuja daripada kisah seorang robot yang berhasil menyelamatkan dunia dari monster bertentakel.  

Semoga, keterpanaanku atas kisah-kisah heroik Televisi hanya sekedar kujadikan penghias malam..












Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer