untuk yang indah dan berduri

katakanlah wahai mawar
rupamu cantik, merah merona memikat
tangkaimu indah
durimu tajam menusuk
namun kelopakmu lembut
beribu musim kamu lalui, dirimu masih tegak berdiri
namun kelopakmu habis terbang terbawa badai

katakanlah wahai mawar
semua mata mencintaimu, namun tidak durimu
mereka memaki, menghina
menertawakan dirimu yang penuh duri
lalu sesekali menengok kagum pada kelopakmu
dan memainkan kembali dirimu


yang mereka tahu, kamu indah dan penuh duri
yang mereka tahu, tangkaimu tak akan patah meski diinjak
yang mereka tahu, dirimu kokoh meski disapu ombak

tapi mereka tak tahu
topan angin pernah datang menghampiri
merontokkan kelopakmu yang sehalus sutra
badai panas pernah kamu alami
mematahkan tangkai yang katanya kokoh
mereka tak tahu
ribuan musim kamu lalui untuk membangun
kembali dirimu yang pernah hancur
disapu ombak

katakanlah wahai mawar
aku titipkan harta yang paling berharga untukmu
bagiku, kamu tetaplah setangkai mawar
entah berapa banyak yang mengagumimu
entah berapa banyak yang mencacimu
entah berapa banyak yang menghancurkan harapanmu
kamu tetaplah setangkai mawar

dari itu, aku titipkan doa untukmu
kepada tuhanku, semoga ia berkenan mengganti
segala perih dan air matamu dengan kesembuhan hati
dan mengganti segala haus harapanmu
dengan telaga kemenangan

katakanlah wahai mawar
 setelah apa yang kamu lalui
semoga tuhanku memberikanmu kekuatan
untuk tetap kokoh berdiri
mempertahankan duri dan kelopakmu
walau badai berusaha merontokkan dan mematahkan
walau manusia bingar itu berusaha memadamkan
api semangatmu

katankanlah wahai mawar
bagiku, kamu tetaplah mawar yang cantik nan kuat
tetaplah seperti ini, esok dan seterusnya
walau harta yang paling berharga yang bisa aku berikan
hanyalah doa yang aku titipkan disemak belukar

mereka tak akan menemukan doaku
sudah aku taruh aman pada malam hari
kubisikkan pelan pada tuhan
agar tak ada yang mendengar.






Komentar

Postingan Populer