Rindu
kepada tanah,kepada awan,kepada dunia,kepada burung burung yang terbang dikala senja,kepada angin,kepada seluruh penduduk langit..akan ku beritahukan kalian tentang sesuatu.
Sesuatu yang membuatku menjadi cengeng,sesuatu yang membuatku terlihat lemah,sesuatu yang bahkan menghancurkan benteng pertahanan rasa sedihku.
Malam ini,saat matahari mengucapkan selamat tinggal,saat bulan mulai naik untuk menggantikan posisi matahari,dan saat ini juga aku merasa menjadi orang yang menyedihkan.
Saat aku merindukan seseorang yang berada 12,958 kilometer dariku,seseorang yang tak pernah absen mendekapku saat ku sakit,saat ku putus asa,saat ku merasa kehilangan arah,saat ku merasa terkhianati,dan saat ku merasa tersakiti oleh seseorang.
Seseorang yang jauh disana,itu ibuku.
Malam ini,saat aku merasa lemah,saat ku merasa bersalah pada sesuatu,saat ku membutuhkan seseorang untuk ku ajak bicara,dia tak ada disampingku.
Bukan dia tak mau,atau aku yang menjauh darinya,bukan.
Tapi karena memang harus begini.Dunia berputar,dan selamanya akan begitu.Lalu ku sampaikan pada dunia yang berputar,aku rindu dirinya.
Juga ibu,tahukah kau tentang keadaan hatiku saat ini? Sakit bu,bahkan bila ku ceritakan padamu,itu masih tetap sakit.
Bukan hanya masalah hati,masih ada segudang cerita tentang keadaanku sekarang yang ingin ku ceritakan padamu.
Aku lelah,aku sedang putus asa saat ini,pikiranku sedang kacau.Bukankah seharusnya ku curahkan ini padamu? Tidak,kali ini aku tak bisa mengatakannya padamu.Aku tak ingin kau menjadi khawatir.
Mungkin,ini cara alam mendewasakanku.Ia jauhkan aku darimu agar aku belajar,dan agar aku tahu bahwa tidak selamanya aku akan bersamamu.
Tapi jika memang itu maksud alam,aku jelas jelas menolak.Aku ingin selamanya bersamamu.
Jika memang ingin mendewasakan aku,jelas aku mengerti.
Pokoknya,tentang apapun maksud alam memisahkan kita,aku hanya akan bicara satu hal.
Tolong jaga ibuku.
Sesuatu yang membuatku menjadi cengeng,sesuatu yang membuatku terlihat lemah,sesuatu yang bahkan menghancurkan benteng pertahanan rasa sedihku.
Malam ini,saat matahari mengucapkan selamat tinggal,saat bulan mulai naik untuk menggantikan posisi matahari,dan saat ini juga aku merasa menjadi orang yang menyedihkan.
Saat aku merindukan seseorang yang berada 12,958 kilometer dariku,seseorang yang tak pernah absen mendekapku saat ku sakit,saat ku putus asa,saat ku merasa kehilangan arah,saat ku merasa terkhianati,dan saat ku merasa tersakiti oleh seseorang.
Seseorang yang jauh disana,itu ibuku.
Malam ini,saat aku merasa lemah,saat ku merasa bersalah pada sesuatu,saat ku membutuhkan seseorang untuk ku ajak bicara,dia tak ada disampingku.
Bukan dia tak mau,atau aku yang menjauh darinya,bukan.
Tapi karena memang harus begini.Dunia berputar,dan selamanya akan begitu.Lalu ku sampaikan pada dunia yang berputar,aku rindu dirinya.
Juga ibu,tahukah kau tentang keadaan hatiku saat ini? Sakit bu,bahkan bila ku ceritakan padamu,itu masih tetap sakit.
Bukan hanya masalah hati,masih ada segudang cerita tentang keadaanku sekarang yang ingin ku ceritakan padamu.
Aku lelah,aku sedang putus asa saat ini,pikiranku sedang kacau.Bukankah seharusnya ku curahkan ini padamu? Tidak,kali ini aku tak bisa mengatakannya padamu.Aku tak ingin kau menjadi khawatir.
Mungkin,ini cara alam mendewasakanku.Ia jauhkan aku darimu agar aku belajar,dan agar aku tahu bahwa tidak selamanya aku akan bersamamu.
Tapi jika memang itu maksud alam,aku jelas jelas menolak.Aku ingin selamanya bersamamu.
Jika memang ingin mendewasakan aku,jelas aku mengerti.
Pokoknya,tentang apapun maksud alam memisahkan kita,aku hanya akan bicara satu hal.
Tolong jaga ibuku.
Komentar
Posting Komentar